Dengan datangnya 1 Syawal, otomatis bulan ramadhan telah pergi.pergi meninggalkan kita.untuk kemudian datang lagi ditahun yang akan datang.kita tidak tahu apakah kelak akan bertemu lagi dengan Ramadhan,atau ternyata ini adalah Ramadhan yang terakhir.Banyak saudara kita yang sebenarnya inggin menikmati ramadhan ini.tapi ternyata ajal segera menjemputnya beberapa detik sebelum memasukinya.karena kita sangat bersyukur bahwa allah swt.telah memberikan kesempatan kepada kita bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini.
Benar 1 Syawal telah tiba dan kita tidak serta merta gembira karena disaat yang sama kita harus berpisah dengan ramadhan.Perpisahan yang sangat mengharukan.bayangkan selama ramadhan kita telah mendapatkan suasana yang dalam dimana kita dihantarkan kepada nuansa ketaatan yang tak terhingga nafsu yang selama ini diagungkan manusia ternyata dengan ramadhan nafsu ini tidak berdaya.setan ramadhan,dimana di luar ramadhan.pun tangan kita terasa kita terasa ringan berinfak selama ramadhan,sementara di luar ramadhan itu sangat berat dilakukan.lebih jauh,kita bisa beritikaf atau minimal selalu dimasjid sepanjang malam terutama 10 malam terakhir ramadhan kita tahu bahwa itu sangat jarang dapat kita lakukan diluar ramadhan.
Berpisah dengan ramadhan memang tidak dapat dibandingkan dengan perpisahan yang lain berpisah dengan suasana ruhani yang sangat kental dan menguatkan iman.itulah yang membuat air mata harus menetes.menetes bukan karena kesedihan murahan,yang datang dari sentuhan emosional belaka.melainkan menetes karena kesedihan memancar dari gelora iman.menetes karena takut bila setelah ramadhan suasana keimanan itu melemah kembali tergerogoti dosa-dosa.takut kalau lidah kita ini berat kembali bertasbih dan membaca Al-quran.takut kalau malam-malam kita kembali diwarnai tawa dan hiburan yang melalaikan.takut kalau hati ini kembali keras dan sulit menerima sentuhan ayat-ayat Al-Quran karena itu kita berdoa semoga kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang.