Banyak kalangan menganggap takwa berarti takut kepada perintah dan menjauhi larangan-nya.asumsi semacam ini sah-sah saja, tapi belum sepenuhnya mewakili esensi takwa,apalagi jika dikaitkan dengan upaya mengaktualkan term takwa ini tak hanya untuk kesalehan individual,tapi juga untuk melahirkan kesalehan sosial yang berdampak besar bagi kemakmuran yang bersendikan keadilan
Secara bahasa,takwa berasal dari kata wiqayah memelihara diri dari segala hal yang merusak dan merugikan diri kita.Allah swt berfirman Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu.Dan ketahuilah bahwa allah amat keras siksaanya.menghindar dan menjaga diri dari fitnah serta kemurkaan allah dengan menjalankan sunnatullah secara benar dalam tataran kosmos ataupun sosial dan pranata hukum.juga adalah esensi takwa kepada Negara dan bangsa kita yang mayoritas muslim ini mengalami krisis keadilan dan penegakan hukum yang parah.ajaran islam yang dianut oleh mayoritas bangsa ini harus proaktif mengatasi krisis tersebut.salah satunya dengan cara mem breakdown terma takwa ke dalam reformasi mental para penegak hukum di negeri ini.
Oleh alquran dinyatakan bersikap adil dalam menegakkan hukum adalah wujud takwa.tetapi dalam prakteknya para pemimpin yang bertakwa seperti ali bin thalib berlaku tawadhu dan taat terhadap putusan hukum,meskipun perkaranya dikalahkan qadhi syuraih disidang pengadilan.pasalnya, sang khalifan mengajukan saksi, yaitu hasan,putranya sendiri dan Qanbar,pembantunya oleh Syuraih saksi dari kerabat seperti ini ditolak karena dianggap bisa menimbulkan bias.Akhirnya sabg Qadhi memenangkan si Yahudi.dan khalifah ali pun menerimanya dengan ikhlas.
Sikap tawadhu yang lahir dari takwa inilah justru memicu siyahudi masuk islam “Duhai Amirul Mukminin,anda mengajukan saya kepada Qadhi bawahan anda tapi dia malah memenangkan saya atas anda,saya bersaksi bahwa ini adalah kebenaran dan saya bersaksi tiada tuhan selain allah dan Muhammad adalah rasullah.Subhanallah
(kutipan Buletin Mitra Umat edisi 419 thn XI)
Rabu, 16 Februari 2011
Kamis, 10 Februari 2011
KEMAKSIATAN
Sesungguh seorang hamba jika melakukan dosa,maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya.jika ia melepaskan dosa dengan istighfar dan taubat, bersihlah hatinya.ketika mengulangi dosa lagi bertambahlah noda hitamna, sehingga menguasai hati.itulah yang disebutkan dalam Al-quran,sekali-kali tidak sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan umat manusia.bahayanya bukan hanya berpengaruh didunia tetapi sampai dibawa keakhirat.Bukankah nabi adam dan istrinya siti hawa dikeluarkan dari surga karena dosa yang dilakukannya.dan demikian juga yang terjadi pada manusia-manusia yang sebelumnya.
Rasullah SAW.bersabda jika kemaksiatan sudah mendominasi umatku maka allah meratakan adzab dari sisinya.
Adapun yang menjadi akar kemaksiatan adalah :
Semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia baik yang besar maupun yang kecil,bermuara pada tiga hal.Pertama; terikatnya hati pada selain allah, kedua mengikuti potensi marah, dan ketiga;mengikuti hasrat syahwat.ketiganya adalah syirik,dzhalim,dan keji.Puncak seseorang terikat pada selain allah adalah syirik dan menyeru kepada selain allah.puncak seseorang mengikuti amarah adalah membunuh,dan puncak seseorang menuruti syahwat adalah berzina.Demikianlah allah swt, menggabungkan pada satu ayat tentang sifat ibadurrahman, dan orang-orang yang tidak menyembah allah pasti akan dapat balasannya.
Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mengajak dan mendorong untuk melakukan kemaksiatan yang lain.orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang melakukan pembunuhan,dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan kemusyrikan.dan para pembuat kemaksiatan saling membantu untuk mempertahankan kemaksiatan.setan senantiasa mengupayakan tempat-tempat yang kondusif untuk menjadi sarang kemaksiatan
Oleh karena itu agar terhindar dari jebakan kemaksiatan, manusia harus melakukan lawan dari ketiganya,yaitu Pertama;menguatkan keimanan dam hubungan hati dengan allah swt,dengan senantiasa mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena allah.kedua mengendalikan rasa marah karena marah merupakan pangkal sumber dari kezhaliman yang dilakukan oleh manusia.dan ketiga menahan diri dari syahwat yang mengoda manusia sehingga tidak jatuh pada perbuatan zina.
Pengaruh maksiat
Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan hubungan antar manusia didunia secara umum dapat mengakibatkan kerusakan secara langsung.orang-orang yang membabat hutan hingga gundul akan menyebabkan kerusakan lingkungan,longsor.dan kebanjiran.sopir yang mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan dan melintasi rel kereta berakibat sangat parah,ditabrak oleh kareta.orang yang membunuh orang tanpa hak,maka dia akan senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan.orang yang senant iasa bohong, hidupnya tidak akan merasa tenang.
Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan umat manusia.bahayanya bukan hanya berpengaruh didunia tetapi sampai dibawa keakhirat.Bukankah nabi adam dan istrinya siti hawa dikeluarkan dari surga karena dosa yang dilakukannya.dan demikian juga yang terjadi pada manusia-manusia yang sebelumnya.
Rasullah SAW.bersabda jika kemaksiatan sudah mendominasi umatku maka allah meratakan adzab dari sisinya.
Adapun yang menjadi akar kemaksiatan adalah :
Semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia baik yang besar maupun yang kecil,bermuara pada tiga hal.Pertama; terikatnya hati pada selain allah, kedua mengikuti potensi marah, dan ketiga;mengikuti hasrat syahwat.ketiganya adalah syirik,dzhalim,dan keji.Puncak seseorang terikat pada selain allah adalah syirik dan menyeru kepada selain allah.puncak seseorang mengikuti amarah adalah membunuh,dan puncak seseorang menuruti syahwat adalah berzina.Demikianlah allah swt, menggabungkan pada satu ayat tentang sifat ibadurrahman, dan orang-orang yang tidak menyembah allah pasti akan dapat balasannya.
Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mengajak dan mendorong untuk melakukan kemaksiatan yang lain.orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang melakukan pembunuhan,dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan kemusyrikan.dan para pembuat kemaksiatan saling membantu untuk mempertahankan kemaksiatan.setan senantiasa mengupayakan tempat-tempat yang kondusif untuk menjadi sarang kemaksiatan
Oleh karena itu agar terhindar dari jebakan kemaksiatan, manusia harus melakukan lawan dari ketiganya,yaitu Pertama;menguatkan keimanan dam hubungan hati dengan allah swt,dengan senantiasa mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena allah.kedua mengendalikan rasa marah karena marah merupakan pangkal sumber dari kezhaliman yang dilakukan oleh manusia.dan ketiga menahan diri dari syahwat yang mengoda manusia sehingga tidak jatuh pada perbuatan zina.
Pengaruh maksiat
Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan hubungan antar manusia didunia secara umum dapat mengakibatkan kerusakan secara langsung.orang-orang yang membabat hutan hingga gundul akan menyebabkan kerusakan lingkungan,longsor.dan kebanjiran.sopir yang mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan dan melintasi rel kereta berakibat sangat parah,ditabrak oleh kareta.orang yang membunuh orang tanpa hak,maka dia akan senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan.orang yang senant iasa bohong, hidupnya tidak akan merasa tenang.
Langganan:
Postingan (Atom)